fbpx
desain grafis dan digital marketing

stop : satu-untuk-semua pada bidang desain grafis dan digital marketing

desain grafis dan digital marketing

Pernah dengar prinsip one-size-fits all pada desain grafis dan digital marketing ? analogi sederhananya adalah pakaian all-size. Pernah dengar, atau bahkan punya mungkin ? pakaian tersebut dari sisi produksi kedengaran mudah. Karena tujuannya memproduksi sebuah pakaian yang masuk ke semua ukuran. Tetapi coba tanya kenapa sampai sekarang orang lebih prefer beli baju sesuai dengan ukuran badannya? entah S kaya gw (tapi boong), M, XXXXL. Karena pada dasarnya orang akan membeli sebuah produk yang memang spesifik sesuai dengan kebutuhannya.

Seringkali dalam mengerjakan sebuah desain, konten untuk kampanye, promosi, iklan di bidang desain grafis dan digital marketing, kita berpikiran untuk ‘copas’ dari yang sudah ada saja. Prosesnya lebih cepat, toh keperluan dan objektifnya sama kan ?

Kalau boleh gw pengen ngejelasin tentang kenapa prinsip ini lebih baik dijauhi dari pekerjaan-pekerjaan yang kalian tekuni. Saya akan coba jelaskan sesingkat dan sejelas mungkin ya. Kalian bisa dengar melalui podcast saya juga.

Antara pelajaran dari desain grafis dan digital marketing, pertama kita ambil contoh dari digital marketing dulu.

desain grafis dan digital marketing
gambar diatas ini adalah contoh formulir pada iklan saya yang calon klien wajib isi untuk dapat saya tindak lanjuti dengan harapan mereka menjadi klien

Formnya sangat sederhana, hanya ada 1 field pertanyaan yang harus diisi oleh khalayak : “Jasa apa yang sedang kamu cari?” Karena pada CTA (Call-To-Action) gambar diatas saya sudah menuliskan beragam jasa-jasa saya, sehingga saya berusaha mengurangi friksi dari Customer Experience dengan hanya menanyakan 1 pertanyaan saja.

desain grafis dan digital marketing
Ini formulir kedua dari iklan yang berbeda yang saya juga pakai untuk mendapatkan klien

Di formulir kedua ini, kebalikan dari formulir pertama, saya menanyakan beragam hal yang menurut saya penting untuk diketahui. Pertanyaan – pertanyaan itu antara lain :

  • Sudah punya website sebelumnya?
  • Mau buat website wordpress?
  • Jangkauan dana?
  • Deadline?
  • Jenis Usaha?
  • Kapan bisa dihub?
  • Kontak (email / no hp / wa) ?

Jadi disini ada 2 perbandingan formulir, Yang pertama menawarkan jasa yang pada dasarnya ada desain grafis dan digital marketing, sedangkan di formulir kedua menawarkan jasa wordpress website development. Mari kita lihat hasilnya seperti apa ?

Bisa dilihat cukup jelas perbandingannya, Form 1 menang dari angka Cost Per Result yang cukup murah.

Sebagaimana sudah saya tanyakan juga digambar diatas, pertanyaan sejatinya adalah berapa banyak uang yang dihasilkan dari masing-masing form tersebut ? ini akan memutuskan kualitas form yang ada dan jika perbandingannya cukup konkrit.

Eng ing enggggggg.

Sodara-sodara desain grafis dan digital marketing, ternyata perbandingannya hasilnya teramat sangat jauh. Di form pertama, walaupun Cost Per Resultnya lebih murah, namun saya malah merugi dengan hanya mendapatkan Rp.350.000 dari iklan yang menggunakan form tersebut.

Sebaliknya di form kedua walaupun Cost Per Resultnya lebih mahal, kamu bisa liat dari segi pemasukkan yang saya dapatkan (Conversion Value) Marginnya sampai hampir 30x lipat! No kaleng-kaleng. Kenapa bisa begitu ?

No One-Size-Fits-All

Karena di form pertama, walaupun customer experience terhadap formnya jauh lebih sederhana dan nyaman, tetapi konteksnya terlalu melebar karena dalam 1 iklan saya ingin menjual jasa desain grafis, digital marketing, ui/ux, web dev, app dev, rentenir, bengkel mobil, tambal ban, dukun beranak, dan masih banyak lagi seandainya bisa. aslik.

Ujung-ujungnya, targeting pada iklannya terlalu meluas, berujung kepada relevansi audience yang kurang akurat. Akhirnya saya hanya mendapat cold lead (lead yang antara tertarik dan ngga).

Sedangkan di form kedua, semua terfokus khusus untuk jasa wordpress website development, dengan CTA yang jelas, dan form yang detail.

Ternyata audiencemu tidak terlalu bermasalah dengan form yang sedikit lebih ribet, selama kontekstual dan relevan.

Point yang mau dijelaskan adalah, ketika beriklan, lebih baik iklan dibuat dengan fokus kepada salah satu produk / jasa / kategori yang ditawarkan. Hal ini juga akan membantu algoritma Facebook untuk menemukan audience yang dianggap cocok untuk iklan anda.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Need help?
Powered by