strategi pemasaran media sosial : Menaikkan omset dengan 8 tips

Strategi pemasaran media sosial terus bertumbuh kembang setiap saat. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, sampai yang terbaru saat ini, Tiktok. Kali ini kita akan berbagi tips mengenai strategi teknik pemasaran social media marketing.

Selama pandemi, terjadi peningkatan penggunaan Social media meningkat lebih dari 43% dimana hal ini menjadi salah satu pemicu banyaknya bisnis yang lebih mengalokasikan budget pemasaran dari konvensional kepada digital. Melalui Fb Ads, Tiktok Ads, Social Media Marketing, beragam upaya dilakukan untuk menjangkau pelanggan baru, atau sekedar menaikkan brand awareness.

Namun sebagaimana dengan Influencer Marketing yang kami post pada artikel sebelum ini, mengelola sebuah akun Social Media untuk mendapatkan hasil yang optimal juga membutuhkan strategi-strategi yang dijalankan dengan baik, dan juga disiplin.

1. strategi pemasaran media sosial : EDITORIAL PLAN

Menjalankan dan mengelola sebuah akun media sosial seharusnya berbasis harian. Artinya setiap hari harus ada konten-konten baru yang di post pada feed, story, IGTV, Tiktok anda. Didalam menjalankan ini, kamu memerlukan kerangka kerja yang berisikan jadwal post, caption, grafis, channel, Content Pillar, dan detail lainnya.

strategi pemasaran media sosial
Editorial Plan diatas memperlihatkan jadwal untuk salah satu klien kami.

Dengan ini kita bisa membuat kerangka kerja dan melihat perencanaan dan penjadwalan konten yang akan dipublikasikan dengan jelas.

2. Strategi pemasaran media sosial : Content Pillar

Pada gambar diatas, setelah kolom tanggal, kamu dapat melihat 4 kategori dengan blok berwarna kuning, hijau, biru, abu-abu muda. 4 kategori tersebut adalah apa yang disebut dengan Content Pillar. Sesuai namanya, pilar tersebut berfungsi untuk mengkategorikan keseluruhan konten anda. Jika ada sedang mempromosikan giveaway, atau rilis venue baru, atau layanan baru pada bisnis anda, maka konten dalam kategori ini masuk dalam Business Information.

Jika kamu sedang memposting produk – produk baru pada usaha anda, maka kategori tersebut jatuh pada Product Knowlegde yang menjelaskan produk kamu.

Jika kamu sedang melakukan aktivitas seperti Trivia, Fun Fact, dan hal-hal yang lain seperti game, maka konten tersebut berada pada kategori Activity.

Dan dalam momen-momen khusus seperti lebaran, natal, hari libur nasional jatuh pada kategori On Moment.

Kamu dapat menimang titik berat Content Pillar kamu ada dimana. Umumnya 2 kategori yang paling difokuskan adalah Business Information & Product Knowledge karena berkaitan langsung dengan bagaimana anda menjual produk / usaha anda.

Semisal Business Information 40%, Product Knowledge : 40%, Activity 15%, dan on Moment 5%. Yang kemudian kamu terjemahkan kedalam Editorial Plan. Sebagai sebuah usaha kamu mau memastikan agar Content kalian tidak perlu terlalu sering berkutat dengan Activity misalnya, terkecuali memang jenis usaha anda memang gaming.

3. Strategi pemasaran media sosial : Outreach

Setelah menjalankan Media Sosial kamu, kamu juga bisa melakukan outreach untuk menjangkau audience baru, atau membuat partnership baru dengan individu atau usaha tertentu. Hal ini dapat kamu lakukan dengan beberapa cara :

  1. Memberi pesan DM kepada audience yang engage (komen, likes) postingan kamu untuk memperkenalkan produkmu
  2. Memberi pesan DM kepada audience yang engage pada akun kompetitormu untuk memperkenalkan produkmu
  3. Mengontak individu / usaha setelah menelusuri jagad media sosial dan menemukan orang-orang yang kira-kira akan tertarik membeli jasa/ produkmu, atau bekerjasama dengan kamu

4. Strategi pemasaran media sosial : KREATIF

Konten adalah raja. Hal ini nyata adanya dia berbagai teknik pemasaran. Kamu tidak mau ‘tercium’ sebagai seorang salesman, tapi idealnya kamu pendekatan dengan menawarkan solusi dari permasalahan calon pelanggan kamu. Kamu tidak perlu selalu Hard-Selling, bahkan di beberapa kasus, Soft-Selling lebih memikat ketimbang Hard-Selling. Kamu juga bisa bervariasi melakukan postingan mulai dari image, sampai dengan format video.

Bicara tentang kreatif, hari gini pasti tidak jauh dari TikTok. Kalau kamu ingin tahu seberapa dahsyatnya kekuatan TikTok dalam mempromosikan satu brand, kamu bisa cek disini.

strategi pemasaran media sosial

Tiktok memberi kebebasan bagi para kreator untuk berkreasi sebebasnya. Kamu bisa nari-nari ga jelas :p masak-masak, pamer beli Nasi Goreng dokdok, yang dibeli sampai segerobak-gerobaknya kaya salah satu influencer. Tiktok memberikan kamu banyak kebebasan untuk membuat konten yang memikat jika kamu cukup kreatif untuk mengeksplornya.

Walaupun sebagian dari kalian mungkin ada yang berprinsip ‘alay’ atau ‘ga sesuai umur gw’. Tapi ga bisa dipungkiri sebagai media pemasaran, TikTok sudah sangat mumpuni.

5. DISIPLIN

Hal ini tidak lelah-lelahnya kami tekankan kepada semua klien kami, ketika ditanya ‘seberapa sering seharusnya kami posting?’ jawabannya yakni SETIAP HARI. Mari kita simak penjelasan dibawah.

Jadi secara singkat, kalau kalian mau konten kalian terlihat oleh pelanggan, maka kamu harus posting secara regular. Kamu tidak perlu melakukan spam postingan. Dan pastikan apa yang kamu posting itu relevan dengan bisnismu, dan relevan dengan audiencemu.

Kalaupun postingan kamu selama 1 bulan ini tidak mendapatkan audience yang cukup, maka jangan langsung menyerah. Coba analisa Insights pada Medsos kamu dan pelajari data yang ada, kemudian lakukan penyesuaian secara terukur.

6. Research Hashtags

Hashtags yang benar akan membantu memperluas impresi kamu. Niscaya penting bagi kamu untuk melakukan riset hashtags yang baik. Pastinya dengan pemilihan hashtags yang benar, dapat membantu mendongkrak salesmu.

Pada gambar diatas dari salah satu klien kami yang merupakan sebuah bisnis F&B, dari postingan yang dibuat, terdapat 165 profile visit, dan 14 diantaranya melakukan Get Direction (hampir 10% konversi). Kalau kita hitung kasar, dari 14 visit tersebut semisal rata-rata belanja Rp.100,000, maka sudah menghasilkan Rp.1,400,000. Ini hitungan kasar saja, karena dari Get Direction belum tentu 100% pada akhirnya mengunjungi / belanja.

Hashtag juga dapat berfungsi sebagai kata kunci seperti pada Google. Dan terlebih lagi, kamu juga dapat memfollow Hashtags pada Instagram.

strategi pemasaran media sosial
seperti pada gambar diatas, kamu dapat menelusuri hashtags tertentu dan memfollownya

Setelah kamu menemukan hashtags yang kamu sukai, kamu bisa melihat konten-konten yang ditampilkan. Silahkan lihat dan pelajari hashtags – hashtags tersebut yang bisa kamu pakai. Pilihlah kira-kira 11 – 30 Hashtags untuk setiap Hashtag group (hashtag group ini kurang lebih mirip dengan Content Pillar. Dapat terdiri dari business, produk, brand, dan bahkan kategori-kategori hashtags lain).

Setelah itu lakukan validasi. Perlu kamu ketahui untuk akun dengan follower 1.000 – 5.000, lebih baik kamu tidak menggunakan hashtags dengan +1M posts.

straegi pemasaran media sosial
Untuk follower 1.000 – 5.000, misalnya, lebih baik gunakan hashtags dengan jumlah posts 10.000 – 60.000

7. Manfaatkan Story

Jika Feed berguna untuk menjangkau audience yang belum menjadi followers kamu. Story memiliki beberapa kegunaan lain :

  1. Menjangkau followers kamu. Perilaku pengguna Instagram misalnya, lebih cenderung membuka Insta story dari orang-orang yang mereka follow ketimbang scroll pada Feed. Jadi tampilkan konten kamu pada Story sesering mungkin. Setidaknya 1x / hari, atau setiap 3 jam agar lebih maksimal.
  2. Repost UGC (User-Generated-Content). User Generated Content merupakan strategi yang powerful dimana pengguna kamu mempost pada story / feed, tentang produkmu, dan melakukan rekomendasi kepada teman-teman sesama followersnya. Setiap ada yang mention kamu pada story, jangan lupa untuk kamu share di story kamu. UGC ini juga berfungsi sebagai semacam testimoni yang kredibel.

8. Feedback

Penting untuk menjaga tingkat kecepatan respons kalian kepada para followers. Umumnya ketika seseorang menjumpai produk kalian di IG, Tiktok, mereka akan bertanya melalui DM / Whatsapp. Pastikan kalian tidak berlama dalam membalas pesan atau pertanyaan yang dilemparkan, bahkan pada kolom komen dari Feed kamu.

Pada saat saya mengelola klien saya yang merupakan sebuah cafe di Bogor, misalnya, beberapa kali DM masuk melakukan reservasi untuk pkl 18.00, dimana reservasinya dilakukan pada pkl. 17.20. Artinya kalau saya baru membalas 1-2 jam setelahnya, customer / pelanggan tersebut sudah terlanjur sampai di cafe, dan bisa jadi tidak kebagian meja!

Bayangkan jika skenario ini terjadi. Pastinya akan menurunkan tingkat kepercayaan dan kepuasan terhadap brand kamu bukan?

KESIMPULAN

Beragam strategi yang sudah dipaparkan diatas sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, dan konsisten, untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Buat perencanaan yang baik, riset yang baik, analisa data, dan disiplin yang tinggi. Pelajari juga golden hour (jam terbaik untuk kamu melakukan posting) yang terbaik untuk bisnis kamu.

Selamat mencoba! sukses selalu.

Yours truly,

Adri Goeltom

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Leave a Reply

Your email address will not be published.