fbpx
klien desainer grafis

10 bendera merah klien desainer grafis

klien desainer grafis
Eng in eng.

Dear kaum perancang visual, kuli kreatif, buruh desain. Ga sedikit dari antara kalian yang pernah menghadapi klien desainer grafis yang setelah penelaahan lebih lanjut, sepertinya bukan tipe klien yang ideal karena beragam faktor. Bukan berarti kita sebagai desainer tak bercacat juga ya.

Tapi ini berbagi berdasarkan pengalaman saya pribadi. Pun artikel ini tidak bermaksud memojokkan pihak klien desainer grafis, karena saya sendiri contohnya, juga tidak sempurna. Makanya saya suka rajin nanyain feedback atau testimoni dari klien.

Tetapi untuk kenyamanan bekerja, ada 10 tanda-tanda bendera merah klien yang mungkin kamu akan pikir-pikir beberapa kali sebelum menerima tawarannya.

Sekali lagi, kalaupun klien desain grafis kamu memiliki beberapa pertanda dibawah ini bukan berarti mereka benar-benar buruk. e.g Kalau klien jarang balas message, bisa saja beliyo memang sedang dirundung tumpukan kerjaan tak kunjung usai.

Jadi aspek-aspek dibawah ini tidak determinatif atau absolut. Hanya silahkan dipertimbangkan aspek jangka panjangnya jika meneruskan dengan beberapa point-point dibawah yang tidak menyenangkan untuk anda.

Ketahui dari awal secepat mungkin agar anda bisa menentukan pilihan dengan baik.

Jangan sampai menyesal di kemudian hari

Karena kamu juga pasti ingin hasil desainmu maksimal supaya klien kamu happy kan ? mungkin kamu bisa menghadapinya dengan beberapa metode, seperti bagaimana menghadapi revisi dari klien.

1. Klien desainer grafis hobi bilang “Gampang kok”

Hati-hati sama klien yang hobi ngucapin ini. Pas lagi briefing harusnya udah terdeteksi sih. Coba tanyakan kenapa orang yang ga punya kemampuan desain atau teknisnya bisa berasumsi proyek mereka itu ‘gampang’ ?

klien desainer grafis gampang

2. Klien desainer grafis Tidak Responsif

Biasanya klien suka sibuk. Ngerti sih. Tapi kalo dari fase awal mereka udah sulit berkomunikasi, maka kemungkinan kedepannya proyek yang anda garap bersama dia bisa jadi ngaret. Entah lama atau sebentar. Saya pernah ngaret proyek dari 3 bulan sampai 2 tahun. Sedih deh kalo diceritain.

klien desainer grafis tidak responsif

3. Klien desainger grafis Mangkir Kontrak

“Kerjain aja dulu lah, kontraknya nyusul”. Selalu ingat dengan kontrak kalian punya hitam diatas putih. Kalau kalian siap komit, tapi di sisi lain klien ga siap, apa ga jadi pertanyaan ? walaupun begitu gak semua pekerjan butuh kontrak sih. Low budget umumnya dikerjakan tanpa kontrak. Selama klien sudah bayar atau DP, kontrak ga terlalu jadi masalah.

klien desainer grafis mangkir kontrak

4. Janji pekerjaan di masa depan

Sering ketemu klien kaya gini? jangan lo beli kalimatnya. Belum apa-apa udah “nanti gw kasih lo kerjaan lain”, “nanti lo gw rekomen ke temen-temen gw”, “Tapi yang ini lo kasih ke gw harga murah dulu dong. Gratis bisa ya? iyakan ? iya ya? iya dong.” #ketauanBelangnya

5. Level deadline : Extreme

klien : “bro gw ada job nih gampang ko. Bikin sistem jaringan dengan UI menarik.”
saya : “asyapp. Deadline kapan nih bro?”
klien “minggu lalu”
saya : “#mewekdipojokan”

6. Spec Work

Pernah denger ? in contohnya. “mas ini kita jalan sambil negosiasi ya, soalnya saya butuh urgent desain yang luar biasa menggelegar alam semesta buat lusa nanti. Bisa tolong dibantu ya ? simple aja ko. Nanti masalah kontrak sama fee saya paralel urus. bisa kan?”

7. “Murah, Cepet, Berkualitas”

Ini hal yang kalian pasti mengerti. silahkan pilih 2 diantara 3 pilihan diatas. Kita ga bisa memilih semuanya. Kalau mau murah dan cepet, biasanya kualitasnya wakekwow zonkitonk. Kalau klien desainer grafis mau cepet, berkualitas, biasanya harga melambung. Kalau mau Murah dan berkualitas, biasanya hasilnya keluar setelah 7 windu. Perhatikan chart dibawah

good fast cheap triangle
Nah kurang lebih bisa tergambar jelas bagaimana ketiga elemen pekerjaan diatas saling terhubung satu sama lain.

8. “Desain grafis bukan desain gratis”

Kalimat ini seperti slogan yang meresap ke sanubari semua desainer. Saya sendiri ga anti dengan desain gratis kalau untuk pekerjaan sosial seperti pelayanan, atau barter value. Why not? tapi kalau udah gratis dan gak ada timbal balik, dan dalam konteks profesional / bisnis, bok ya jangan begini amat mas / mba klien *cubitcubitpipigemes*

9. Ga tau waktu

Baru briefing, baru preliminary phase, ngejar-ngejar kerjaan jam 11 malem, jam 2 pagi. Mahluk – mahluk goib ini patut dihindari. Desainer juga butuh tidur.

10. Gak terorganisir

Mau ngasih proyek, konten belum ada. Ujung-ujungnya kita yang disuruh bikin copywriting. Ini ga ideal karena kita ga tau apa-apa tentang produk ataupun bisnisnya. Aset visual pun dari foto yang hasilnya kaya jepretan dari Nokia pisang. Dikirim via whatsapp dengan ‘send picture’ yang walhasil fotonya kekompress jadi downgrade quality pas mau dipake.

Nah, sohib budiman, para perancang yang menawan, kalau bendera-bendera merah itu keluar, silahkan tentukan dengan akal sehat masing-masing bagaimana keputusan yang akan diambil. Tapi hampir ga pernah sih ada klien yang punya 10 bendera merah tersebut. Dan kebanyakan lebih karena ga tau persis gimana proses desain yang baik karena di perusahaan mereka entah ga ada desainer atau tidak ada SOP untuk hal seperti ini.

Sekali lagi, artikel ini bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi klien desainer grafis. Dan untuk melakukan hal tersebut, seorang desainer harus dapat bekerja dengan kondusif. Semoga artikel ini memberi sedikit pencerahan dan bisa menjadi jangkar sebelum kapal berlabuh menuju proyek klien.

Gimana menurut kalian ? silahkan jika ada yang mau ditambahkan

Yours truly,
AG

Kalo berkenan mohon bantu rating artikel ini dengan skor dibawah ya 🙂

Our Score
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Need help?
Powered by