fbpx
membangun kepercayaan klien

10 tips membangun kepercayaan klien

Satu hal tentang menjadi seorang freelance desain grafis yang tidak boleh dilupakan adalah pentingnya membangun kepercayaan klien kepada kita. Ketika ada kepercayaan ini, kita membuka pintu sebesarnya untuk potensi kerjasama di kemudian hari.

Sebelumnya mohon maaf saya baru sempat update post lagi karena memang beberapa minggu ini workload sedang bertumpuk sampai kelabakan sendiri mengerjakannya. Sesuatu yang patut disyukuri dengan keadaan serba tak pasti sekarang ini, terutama dari sektor pekerja informal ketika kita masih dapat membangun kepercayaan klien.

Sebagai seorang desainer, bisa dibilang secara skill dan teknis memang saya biasa saja. Masih banyak langit yang jauh lebih tinggi diatas sana. Pun belum pernah memenangkan penghargaan apapun di bidang desain :p Oleh karena itu sangat penting untuk membangun kepercayaan klien.

Kenapa membangun kepercayaan dengan klien penting? alasannya cukup sederhana dan jelas. Agar pekerjaan kalian lancar, agar klien merasa nyaman, dan jika hasilnya memuaskan untuk mereka, kamu juga udah ngebuka pintu untuk repeat order di item desain lain, membangun rekomendasi word-of-mouth ke relasi si klien, dan kalaupun klien merasa hasilnya masih bisa lebih maksimal, setidaknya mereka tidak akan banyak komplain.

Ada beberapa hal yang umumnya dapat dilakukan untuk melakukan hal ini. Mari kita simak bersama

membangun kepercayaan klien

1.Membangun kepercayaan klien dengan berkomunikasi

Menjaga komunikasi yang baik adalah kunci terjalinnya kerjasama dengan klien sebaik mungkin. Dari awal kamu sudah harus memperlihatkan bahwa kamu adalah sosok yang tidak memiliki masalah dalam berkomunikasi. Usahakan setiap hari ada kontak dengan klien jika terjadi kendala, pertanyaan, konfirmasi, approval, penyediaan konten, progress yang dilakukan. Mudahnya hal ini bisa dilakukan dengan membuat WAG berisi member-member terkait dalam proyek yang dikerjakan.

2.Membangun kepercayaan klien dengan Q&A

Lakukan hal ini untuk mendapatkan insight yang komprehensif dari klien sebagai materi untuk digunakan serta menunjukkan bahwa kamu memang punya determinasi untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan sebaiknya. Lakukan hal ini mulai dari briefing sampai proyek selesai. Tanyakan hal-hal yang non-retorika seperti : USP, objektif, kesulitan yang dialami, dll.

3.Membangun kepercayaan klien dengan membuat skala prioritas

Klien umumnya datang kepada anda memposisikan dirimu sebagai konsultan dalam beragam hal menyangkut bidangmu. Mereka akan mengharapkan dengan tumpukan dan rentetan pekerjaan yang hendak digarap, kamu dapat menyusun sedemikian rupa dan membuat skala prioritas sebagai referensi lini waktu penyelesaian proyek. Ketika mereka merasa mendapatkan gambaran jelas apa yang hendak kamu kerjakan, bagaimana susunan pengerjaannya, mereka akan merasa lebih nyaman dengan kerjasama yang dijalankan.

4. Membangun kepercayaan dengan laporan berkala

Upayakan setiap 1 minggu atau 1 bulan sekali ada laporan berkala yang mencantumkan beberapa hal berikut :

  • Progress
  • Lini waktu
  • Permasalahan
  • Solusi
  • Target Penyelesaian

Laporan berkala memberikan transparansi terhadap kinerjamu dan apa yang dapat diekspektasikan klien dari pekerjaan kamu di masa mendatang.

5. Membangun kepercayaan klien dengan rapat berkala

Rapat bersama dapat diadakan 2 minggu atau 1 bulan sekali, terutama untuk bahasan-bahasan penting yang tidak bisa dilakukan via email atau untuk review beberapa hal yang sifatnya krusial. Dapat diadakan dikantor, atau diluar seperti di restoran. Kamu juga bisa treat klien sesekali agar untuk menjaga kesan baik.

6.Pahami kontrakmu

Hindari adanya konflik di kemudian hari dengan terlebih dahulu memahami dengan baik scope kerja yang tertera dikontrak. Bahkan dari quotation pun kamu sudah harus dengan jelas menjabarkan apa-apa saja yang perlu dibuat. Hindari melakukan kesalahan yang saya lakukan dibawah ini

membangun kepercayaan klien
Perhatikan pada item BRANDING, saya membuat blunder dengan memasukkan DLL pada quotation : hal ini dapat berujung kepada pembuatan desain tak terbatas karena tidak ada scope yang jelas. Namun hal ini dapat diatasi dengan pembatasan pada PKS yang ditandatangani keduabelah pihak.

7. Bekerja keras & bersikap baik

Sepanjang pengalaman saya yang masih terbatas, tidak ada hal yang lebih banyak membawa keajaiban daripada etos kerja keras & bersikap baik. Terhadap tim kamu, dan terhadap klien. Kerja keras memperlihatkan dedikasimu, dan bersikap baik akan membuka tali silaturahmi yang baik dengan klien.

8. Deliver / Live up to your promise

Apa yang anda janjikan di awal, itu yang harus kamu selesaikan. Klien tidak suka dengan kalimat seperti ‘saya usahakan ya’, karena mereka melihat kamu sebagai seorang profesional dan jasa kamu juga memiliki kompensasi biaya dari sisi klien. Oleh karena itu, apa yang kamu janjikan, itu yang harus kamu selesaikan untuk mendapat review yang positif dari klien.

9.Beri bonus

WHAT?? BONUS?? GILE AJE LO! GA PAKE BONUS AJA GW UDAH PUYENG SAMA DEMAND-DEMAND KLIEN. iyes, paham. Tapi memberi bonus revisi, bonus kartu nama, hal-hal yang minor tapi berguna buat klien dapat menjadi insentif yang baik untuk klien. Bahkan diskon 3% sekalipun misalnya.

10.Upayakan selalu antusias

Ketika berkomunikasi dengan klien, selalu perlihatkan sisi antusiasmu terhadap proyek yang sedang dijalankan dengan klien. Apapun itu jika dijalankan tanpa antusiasme, hasilnya kaya makanan tanpa garam, hambar.

KESIMPULAN

Membangun kepercayaan klien terhadap jasa yang anda sediakan sangatlah penting. Diluar dari kemampuan kamu sebagai seorang desainer, akan sangat terbantu jika kita memiliki manner dan profesionalisme yang baik dan ditunjukkan kepada klien.

Bagaimanpun akhir proyekmu, pastikan agar kamu memberi kesan manis di lidah klien agar dapat merekomendasikanmu dan kamu bisa menjadi top-of-mind ketika di lain waktu mereka membutuhkan jasa serupa.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Need help?
Powered by